Mendambakan Lupa

Image

Angin yang merintih di jalan setapak itu

tak pernah istirah

mengirim bau tubuhmu yang laut

dalam riuh dalam hening

saat lampu-lampu dinyalakan

atau dimatikan

 

Aku pun berjingkat ke beranda

mengambil parang

dan menggergaji kenangan

jadi serbuk jadi duri

lalu kularung dalam selokan

di samping taman tak bernama itu

 

Saban hujan aku yang menggigil

mendengar kau memanggil-manggil

dari dalam selokan

tapi wajah serupa engkau muncul di televisi

sambil bicara tentang seseorang

yang begitu mendambakan lupa

 

(Depok, 19 Desember 2011)

Leave a comment

Filed under Karya, Lainlain, Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s