Tag Archives: puisi

Lomba Menulis Puisi Berhadiah SmartPhone di IG @puisihelvy

htrasma

Dari akun instagram @puisihelvy

LOMBA MENULIS PUISI di akun instagram @puisihelvy

Dalam rangka milad @helvytianarosa (2 April) dan @asmanadia (26 Maret), kami mengadakan Lomba Menulis Puisi.

Syarat & Ketentuan:
1. Puisi bebas namun dibuat berdasarkan gambar yang diunggah @puisihelvy di atas ini.
2. Peserta boleh siapa saja, dimana saja, namun harus merupakan followers akun @puisihelvy dan merepost perihal lomba ini di instagramnya.
3. Panjang puisi bebas. Puisi diunggah di IG Anda dalam bentuk postingan gambar bebas Anda yang menjadi background puisi.
4. Mention @puisihelvy, gunakan hashtag #miladhelvyasma #puisihelvy
5. Lomba dimulai 3 Maret, dan ditutup 10 April 2017 pkl 23.59.
6. Pemenang akan diumumkan 20 April 2017.
7. Pemenang pertama akan mendapatkan hadiah: 1 buah smartphone dan paket @Wardahbeauty. Pemenang ke 2 akan mendapatkan bingkisan baju @jtbyasmanadia by @asmanadia dan paket buku dari Penerbit Anph. Pemenang 3 akan mendapat paket dari wardah dan penerbit Anph. Tiga Pemenang Harapan akan mendapat bingkisan merchandise dari film @dukasedalamcinta, dan 20 pengirim pertama masing2 akan mendapatkan sebuah buku menarik.
Ayo tunggu apalagi? Langsung ke akun @puisihelvy. Ikutaaaan! Kirim sebanyak banyaknya, ya!

#puisihelvy
#miladhelvyasma

5 Comments

Filed under Acara, Agenda, Jurnal, Kabar, Lainlain, Puisi

Kisah Ibu dan Sajak yang Menangis

abi-iii

Adzan subuh menepuk-nepuk pipi kita, Anakku
dalam gigil hari, sajak-sajak menangis di pangkuan Ibu
Ada suara dan derap, mengetuk pintu-pintu nurani
hingga ke sudut sudut negeri

Berawal dari kitab suci yang dinista
kebersamaan dan kehormatan yang dilukai
jutaan manusia turun ke jalan
Apa yang menggerakkan mereka?
Siapa yang sanggup membayar mereka?
Siapa yang mampu halau mereka?
Ketika mereka dilarang pergi,
mereka tak berhenti
Saat kendaraan mereka dihadang,
mereka lanjutkan dengan berjalan
hingga tapak-tapak itu
mengelupas darah nanah

Continue reading

5 Comments

Filed under Acara, Jurnal, Lainlain, Puisi

Di Jurang Puisi

jurang

DI JURANG PUISI

I

Menampung rindu dari hari ke haru,

Menanggung resah yang berlarian hingga jantung,

Jarum jarum hujan menikam mata kita

Katamu tak apa karena duka cuma

museum kebahagiaan

yang retak dan pecah di dada kita

II

kita pun saling meninggalkan

menanggalkan semua kenangan yang hinggap

dan meleleh di dahi musim

Sejak saat itu kutemukan diriku yang beku

terperangkap dalam kulkas

berisi puluhan kilogram puisi puisi

setengah jadi

III

tanpa peta aku kembali ke sini:

jalan raya yang terbuat dari parasmu

Katakata canggung, waktu gugu

Bagaimana kau menerjemahkan kekosongan?

IV

Ini malam tak ada jejak

yang membaca cinta.

rindu siapa nganga

di jurang puisi?

 

2 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Puisi, Sketsa

Begitu Indah Cara Allah Mencintaimu

IMG_0078

 

 

 

 

 


(Untuk Mas Pepeng)

Sungguh indah cara Allah mencintaimu
Ia menghadirkanmu ke dunia
lewat rahim seorang ibu yang bersahaja,
dan kekal dengan tawakkal
Ibu yang menjadikan anak sebagai sahabat,
guru dan matahari
ibu yang sanggup hadirkan
sosok dan petuah ayah yang tiada lewat cerita

klik selanjutnya

17 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Puisi, Sketsa

Gaza, Palestina; Inilah Indonesia Bersamamu!

PalestinaInilah negeri kami Indonesia,

negeri dengan penduduk lebih dari seperempat milyar

Dan kami bersama Palestina

klik selanjutnya

11 Comments

Filed under Acara, Karya, Lainlain, Puisi, Sketsa

Mata Ketiga Cinta (Musikalisasi Puisi Kemangilodi)

Apakah dua mataku

yang kau larung dalam malam?

lalu hari-hari pun terbenam

dalam secangkir kopi tanpa gula

daun-daun jatuh di luar jendela

dan sunyi menyanyikan lagi

lagu gergaji

klik selanjutnya

5 Comments

July 13, 2014 · 3:09 pm

Puisi untuk Seorang Ibu yang Mendobrak Pulazi

PUISI UNTUK SEORANG IBU YANG MENDOBRAK PULAZI

(Helvy Tiana Rosa)

Untuk Yoyoh Yusroh

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Karya, Puisi, Video

Januari Cinta

Januari Cinta

:Suamiku

Kau, tahu, yang dulu selalu mengikuti kemana perempuan itu pergi? Namanya nestapa. Seperti gerimis menjelma jarum-jarum patah, masuk ke kaki dan hatinya. Tapi kau mungkin tahu, perempuan itu telah memutuskan untuk tersenyum sepanjang usia, hingga kelak kembali. Dan senyumnya menjadi abadi ketika untuk pertama kau memandangnya dari jendela hidupmu. Kau ambil tangannya dan kau letakkan di jantungmu. Ini aku. Apakah kau mau berlayar?

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Karya, Lainlain, Puisi, Sketsa

Juara I Musikalisasi Puisi Helvy 2014 “Kangen” (Swaranabya)

Inilah Swaranabya, Juara I Lomba Musikalisasi Puisi Helvy Tiana Rosa 2014
yang diselenggarakan baru-baru ini. Simak ya. Asik banget 🙂

2 Comments

June 22, 2014 · 12:38 pm

Musikalisasi Puisi Helvy “Fisabilillah” (Adew Habtsa & Rekan)


Puisi “Fisabilillah” karya Helvy Tiana Rosa menjadi Juara ke III Lomba Cipta Puisi Islam Tingkat Nasional yang diadakan Yayasan Iqra, 1992 dengan Juri: HB Jassin, Sutardji Calzoum Bachri, Hamid Jabbar dan Jose Rizal Manua. Puisi ini terdapat dalam buku Mata Ketiga Cinta (ANPH, 2012).
Adew Habtsa dan Rekan yang membawakannya merupakan Juara II Lomba Musikalisasi Puisi Helvy 2014.

klik selanjutnya

Leave a comment

June 22, 2014 · 11:00 am