Meski Harus Berjalan Kaki, yang Penting Ikut Lomba Baca Puisi

Menemukan foto tahun 1987 saat saya berusia 17 tahun, dan menjadi Juara ke 2 Lomba Baca Puisi tingkat nasional di TIM. Ada yang mengenali wajah-wajah juara lainnya di foto ini?

Yang mengesankan waktu itu adalah pertamakali saya ikut Lomba Baca Puisi yang jurinya 6 orang (biasanya kan 3 saja). Para juri tersebut: Sutardji Calzoum Bachri, Leon Agusta, Hamid Jabbar, Budiman S. Otong, Jose Rizal Manua, dan Abdul Hadi WM. Finalnya diumumkan di sana juga dan peserta yang dipanggil harus spontan tampil membawakan puisi yang ia ambil judulnya ala undian di sebuah tabung. Jadi tidak bisa memilih.


Saya ingat, saya jalan kaki dari rumah saya di Kebon Kosong ke TIM untuk ikut lomba karena tidak punya ongkos😂.. Hal yang sering saya lakukan pada setiap Lomba Baca Puisi yang diadakan di Jakarta. Yaa hitung-hitung sambil latihan dan menghapal puisinya di sepanjang jalan. Kata teman-teman, jadi semacam “ritual” haha padahal ya nggak punya ongkos aja 😂😂. Kali yang lain, kadang numpang sambil ngamen puisi di atas bus kota. Jadi tidak bayar, malah dapat ongkos pulang 😀.

Tahun 1987 itu jadi juara dapat uang 150 rb girangnya bukan kepalang. Saya pakai duitnya belikan buku dan tas sekolah untuk adik saya @asmanadia. Sisanya untuk beli buku-buku Putu Wijaya, Danarto, Budi Darma, dan Rendra😊.

Sebagai pembaca puisi yang lahir dari lomba-lomba baca puisi tahun 1980-1990an, secara otomatis saat menulis puisi sejak kecil hingga kini, entah mengapa saya langsung membayangkan pembacaannya di panggung😃.

Oh ya, teman-teman silakan ikut #LombaBacaPuisiHTR2020 terbuka untuk semua kalangan tanpa batas usia. Lomba diadakan 7-25 Juli 2020. Tiga hari lagi batas pendaftaran dan unggah video. Info lebih lanjut di akun instagram @puisihelvy.

Selamat berpuisi!

2 Comments

Filed under Acara, Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

2 responses to “Meski Harus Berjalan Kaki, yang Penting Ikut Lomba Baca Puisi

  1. Agus Firmansyah

    Mengenal puisi karya Helvy Tiana Rosa sangat menarik untuk di bacakan karena dalam puisi nya ada perenungan atas suatu kondisi yang terjadi pada dirinya dan sekitarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s