Helviers: Dukungan Pembaca Setia di Jalan Kebaikan

13427777_1211745582170021_6767179432374539485_nSewaktu kecil saya sering bermimpi menjadi penulis dan guru, juga  mimpi bisa keliling dunia. Alhamdulillah melalui jalan berliku, Allah wujudkan jua. Tapi saya tidak pernah bermimpi memiliki sebuah keluarga besar baru yang begitu spesial, dan Allah memberi saya kejutan itu! Sebuah keluarga baru bernama Helviers. Ini adalah sekumpulan pembaca setia saya, lintas usia, lintas pendidikan, budaya dan wilayah.

Helviers berdiri 11 Maret 2016, tanggal dan bulan yang bertepatan dengan terciptanya cerpen saya: Ketika Mas Gagah Pergi/ KMGP (1992). Saat itu Helviers membooking satu studio di Blitz untuk nobar KMGP

Yang menakjubkan kebanyakan Helviers ini bukan sekadar pembaca setia yang sudah melahap hampir semua buku saya, melainkan juga pendukung setia semua gerak saya di jalan kebaikan. Pada akhirnya Helviers bukan sekadar sekumpulan fans setia, namun sebuah gerakan yang tak bisa dipandang sebelah mata.

12919756_10206516602936034_7408634722192438730_nDi Helviers saya menemukan orang-orang ‘aneh’  (seaneh saya hehehe), misalnya Dio Purwanto (mahasiswa perpajakan) dan Yass Ferguson (guru) yang menonton film Ketika Mas Gagah Pergi lebih dari 30x dan menjadi ‘penjaga bioskop’ mengajak serta mentraktir para remaja untuk menonton film yang saya produksi itu. Dio dan Yass menjadi penjaga bioskop yang dengan dananya sendiri mencoba mengantisipasi bila ada bioskop yang penontonnya sangat minim. “Sayang, kalau film sebagus ini tidak banyak yang menonton,” kata mereka. Atau Hikmat yang menonton film ini lebih dari 20x serta mengumpulkan sobekan tiket para penonton sekeluar mereka dari bioskop. Ketiga orang ini bahkan lebih hapal skenario film KMGP daripada penulis skenarionya sendiri: Mas Fredy Aryanto.

Di sini saya bertemu Afiani, seorang guru di Balikpapan yang membuat lagu tentang “Indonesia Gagah” yang menjadi cita-cita bersama para Helviers. Saya kenal dengan Sunisa yang meski masih muda selalu menganggap dirinya “Kakak Pertama” bagi semua Helviers dan mencereweti mereka satu persatu bila ada yang tak beres. Ada Ancum yang selalu sibuk bila saya ke Ternate dan Halmahera. Lalu ada Jaenal, pemuda Brebes yang datang ke Jakarta dan tiba-tiba sudah berada di depan rumah saya untuk membantu wujudkan film KMGP. ” Filmnya harus jadi Bun. Saya nggak punya uang, tapi saya punya tenaga untuk bantu Bunda.”

14731380_10153744175982693_3910635777449070480_nDi sini juga saya bertemu Zuber, seorang relawan di Masyarakat Relawan Indonesia, anak Betawi yang paling cepat bisa mendatangkan massa dhuafa di berbagai acara kami. Mau anak-anak yatim, remaja dhuafa, ibu-ibu tukang cuci, dll yang perlu kami bantu dan beri inspirasi, Zuber kenal semua. Ada mama-mama muda seperti Futi yang meski bawa anak kemana-mana aktif di semua acara Helviers. Ada Achi yang selalu membawa kudapan sedikit atau banyak di tiap pertemuan Helviers. Delfira yang menginisiasi nobar KMGP di Ampanan, door to door mengajak masyarakat sana menonton. Chudi dari Palu yang selalu membuat warna ceria di group. Aki Awan yang membantu nobar KMGP bersama Gubernur Jabar.

Ada Karmi Darso, dokter gigi di pelosok Sumatera Selatan yang rela menempuh perjalanan belasan jam berulangkali hanya untuk mengurus acara nobar dan workshop Helviers di Palembang. Ada Dipta, pengajar di UI yang jago disain dan bila luang setia menemani saya kemana mana. Ada Revi yang bahkan saat saya tidak punya asisten, membantu saya bermain bersama ananda Nadya dan mengurus tumpukan berkas-berkas saya. Saya pun bertemu Fandrisha yang puitis, dan Anshor yang romantis. Anshor ini pernah memasang profil picture saat bertemu saya kala masih sekolah, hingga kini sudah bekerja. Bukti ia mengikuti semua yang saya tulis bahkan lakukan. Ada pula Mas Djoen, seorang bapak yang membangun kesadaran literasi di Karawang dan mengaku terinspirasi dari KMGP serta karya-karya yang lain. Ia tak sekadar ingin bergerak melainkan juga menggerakkan. Dan masih banyak orang-orang spesial di sini yang tak bisa saya sebutkan satu persatu karena daftarnya akan begitu panjang.

Bagi saya Helviers telah menjelma keluarga, bukan sekadar fans buta. Mereka juga  yang dengan jujur mau memberi saran bahkan kritik pada saya.

12832550_1174877095857308_4399533033115117911_n

Kami punya group WA Helviers, namun untuk bisa masuk ke group WA itu tak mudah. Setiap yang mendaftar akan berhadapan dengan tiga anggota Helviers lain yang bertanya ini itu tentang saya. “Kalau baru tahu Helvy Tiana Rosa, susah kita approve untuk masuk WA group,” ujar Dio dan Yass, Ketua serta Wakil Ketua Helviers. “Mereka biar follow instagram dan twitter @helviers. Apalagi cuma untuk keluar masuk di keluarga Helviers, lebih baik jangan,” tutur Dio.

Ada kejadian lucu, saat seorang anak kelas III SD mau jadi anggota Helviers. Saking banyak tahunya anak tersebut tentang saya, kawan-kawan Helviers mengujinya dengan hafalan skenario film KMGP. Wah ternyata ia cukup hapal! Akhirnya anak itu: Idan (kini kelas IV SD), menjadi Ketua Helviers Kids didampingi Nadya anak saya sebagai wakilnya. Entah apa yang akan mereka perbuat ke depan, yang jelas mereka selalu promosi tentang karya-karya saya di kalangan anak seusia mereka :).

insta-image-137

Ke depan, saya punya misi juga terhadap keluarga spesial saya ini, diantaranya membina mereka menjadi penulis, baik bertemu langsung atau jarak jauh.  Oh ya, selama ini teman-teman Helviers juga membuat merchandise Helviers untuk dana organisasi. Nantinya kami juga berencana menerbitkan buku bersama, serta banyak rencana lainnya. In sya Allah.

Lewat tulisan ini saya ingin mengucapkan terimakasih buat keluarga saya Helviers. Semoga Allah selalu menguatkan keakraban ini. Semoga Allah selalu menjaga dan mencintai kalian. Aamiin.

Luv u all.

NB: Bila Anda pembaca saya, silakan follow instagram dan twitter @helviers. Bila Anda pembaca setia saya, coba bergabung di WA Helviers dengan menghubungi Dio: 0852 8849 3371. Jangan kaget bila ditanya-tanya yaaa. Bila lolos langsung jadi keluargaaaa 😀

insta-image-157

6 Comments

Filed under Foto, Jurnal, Kabar, Lainlain, Sketsa

6 responses to “Helviers: Dukungan Pembaca Setia di Jalan Kebaikan

  1. Senang sekali bisa bertemu karakter-karakter ‘gila’ di Helviers. Semoga selalu dalam jalan kebaikan. Terima kasih atas karya-karya inspiratifnya, Bu Helvy.

  2. Aaaaahhhhh…. *spechless *lap ingus and mata

    Bunda, you make my world so colourfull…

    *nyanyi

    I never ever forget you for rest of my life.
    An inspirator who always rise me up everytime I fall. Omg! I just want to say THANK YOU SO MUCH BUNDA for accept me as your inner family…

  3. Keren banget Mba Helvy 😀 alhamdulillah ya punya fans loyal 😀 selamat 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s