Tag Archives: Indonesia

Buku dari Barat

Helvy Tiana Rosa

BUKU DARI BARAT

Bacaan yang baik, kata Tuan,
datang dari Barat.

Maka sejak pagi
kami menjemur otak
menghadap Eropa.

Buku-buku lokal
kami suruh duduk di dapur.
Mereka boleh membantu
membuat kopi untuk Plato,

Shakespeare, Foucault, dan Derrida
yang belum sempat mandi

Pramoedya mengetuk pintu
membawa manusia
yang diperas sejarah.

Mochtar Lubis datang
membawa cermin
yang membuat pejabat
sulit berdandan.

“Maaf,” kata satpam literasi,
“Bapak-bapak terlalu dekat
dengan tanah air.”

Chairil tiba
dengan demam dan luka

yang masih menyala

di saku bajunya

“Maaf,” kata panitia,
“apakah luka Saudara
sudah objektif,

atau masih sekadar
terbakar di dada sendiri?”

Hamka membawa tasawuf
yang masih berbau laut Minang,

dan ombak yang berzikir
di tepi kalimat.

Rendra datang
membawa pamflet, suara rakyat
yang digulung debu jalan,
dan matahari kecil yang disembunyikan
di balik dada mahasiswa.

Nh. Dini membawa perempuan
yang melangkah sunyi,
tetapi setiap jejaknya membuka pintu
yang lama dikunci kaum lelaki.

Semua diminta mengisi formulir:

Apakah Saudara dari atau besar di Barat?

Mutu sedang diperiksa
oleh kompas yang jarumnya
selalu pingsan ke arah London.

Di depan wartawan,
Tuan berkata lagi:

bacalah buku Barat,
atau setidaknya terjemahannya.

Buku dari sana objektif,
buku dari sini subjektif.

Kami mencatat
dengan sangat tekun,
seperti murid baik
yang takut ketahuan
punya pikiran sendiri.

Mulai besok,
Pantun Melayu
akan memakai jas Oxford.

Gurindam Dua Belas
akan kami kirim
ke kantor imigrasi,
supaya sah menjadi kebijaksanaan.

Babad akan belajar aksen.

Hikayat akan mencukur janggut.

Suluk akan mendaftar kursus
agar makrifatnya
tidak terlalu kampung.

Alangkah sibuknya
bangsa yang ingin cerdas
dengan cara mencurigai bahasanya sendiri.

Barat bukan dosa.
Timur bukan jimat.
Terjemahan bukan musuh.
Lokal bukan barang diskon
di rak belakang peradaban.

Yang aneh
bukan anjuran membaca Barat

Tapi seorang pejabat
berdiri di negeri kaya hikayat,

babad, suluk, pantun, gurindam,
cerpen, novel, puisi, drama,
dan luka sejarah sendiri,

lalu menyuruh rakyatnya
membeli cakrawala
dari toko sebelah.

Kami pun tertawa.

Mula-mula pelan.
Lalu terbahak-bahak
Lalu tertusuk perih nyeri

Sebab setelah sekian lama,

bahasa kita yang dulu ikut berdarah
di jalan kemerdekaan,
kini masih harus antre
di loket terjemahan
untuk diakui sebagai pikiran.

Mungkin, Tuan,
yang paling subjektif
bukan buku-buku dari sini,

melainkan kepala
yang sejak halaman pertama
sudah memutuskan:

Barat adalah terang,
dan rumah sendiri
hanya catatan kaki
di bawah sepatunya.

(Depok, 30 Juli 2026)

Leave a comment

Filed under Puisi

MENCARI KATA PALING BIADAB DALAM KAMUS BAHASA (MANUSIA)

Ia dan para kroconya adalah segerombolan
manusia pertama sepanjang sejarah
yang melakukan genosida dalam siaran-siaran langsung,
tapi lantang memproklamirkan diri mereka sebagai korban

Fir’aun, Hittler, Milosevic menitis di sumsum tubuhnya
Kebiadaban lelaki itu telah mengubah
wajah sejarah, peradaban, juga bahasa
Ialah yang merapal mantra para zombi
Pada mulutnya desis jutaan bisa ular.

Penjajahan 76 tahun, ia bilang konflik atau perang
Pembantaian tak terhingga ia sebut bela diri
Pembantaian dilakukan secara pengecut dari jarak jauh,
menggunakan kecerdasan buatan, terasa bagai bermain,
sedang para tentaranya terkaing-kaing setiap kali masuk ke Gaza

Gelombang pengungsian berulangkali tanpa tujuan,
dalihnya pindahkan warga ke zona aman
Ia jadikan kelaparan dan kehausan sebagai pembunuh senyap,
Ia tembaki dan rampas truk-truk bala bantuan

Ia kirim mortir dan fosfor putih, tapi ia klaim dirinya
sebagai sang welas asih dari bangsa terpilih
Tiap lelaki, wanita, ragam usia, bahkan bayi-bayi
ia tuding sebagai teroris
Protes dunia atas nama kemanusiaan tanpa limit,
ia sebut anti semit!

Kita pun tersentak akan puluhan tahun yang kita habiskan
untuk menyaksikan dan mengamini propaganda mereka,
di program-program berita, layar kaca, bioskop,
panggung-panggung pertunjukkan,
hingga restoran, kafe, dan rak-rak belanja
seakan mereka yang didukung pemerintah adidaya
adalah kebenaran tak tercela.

Kini batinku penuh oleh 335 peluru yang mereka tembakkan
ke tubuh Hind Rajab, bocah Gaza usia 6 tahun,
hingga kematian lebih dari 180.000 warga Palestina,
seperti laporan jurnal-jurnal terkemuka dunia.

Setelah ini semua, apa lagi yang bisa diucapkan
oleh kamus bahasa manusia
Genosida di luar nalar di luar imaji,
tak sanggup diucap puisi,
diragukan bahkan oleh fiksi,
Kata-kata di kamus berlumuran duka,
mengalirkan nanah, menggelepar, bergelimpangan,
dan meledak di keheningan kepala kita.
Sisanya diculik, disandera penjajah narasi abad ini.

Di parlemen para srigala riuh melolong bertepuk tangan.
Di Gaza, anjing-anjing liar terus menggonggong, memburu,
mencabik-cabik bahasa, wanita tua, hingga anak down syndrome
Di internet, derita kemanusiaan dipilah tanpa nuansa,
dibekukan oleh algoritma

Dan aku masih tergeragap, tertampar, tertatih,
terus menggali, mencari bahasa, kata-kata
yang tertimbun di bawah reruntuhan kalbu dunia,
dan lautan tubuh syuhada Palestina

: Denyut asa yang harus terus menjulang,
melampaui puing-puing gaza

( Helvy Tiana Rosa, Jakarta, 27 Juli 2024)

Leave a comment

Filed under Lainlain, Puisi

Perempuan Kata-Kata (Cerpen)

Setiap kali bangun tidur di pagi hari, gadis itu akan selalu menemukan seorang pria mengasah belati di ujung tempat tidurnya. Pria yang sama, dengan gerakan yang sama. Mata mereka akan saling menatap sesaat, lalu pria itu akan meneruskan mengasah belatinya, tanpa berkata sepatah kata pun. Ia muncul  begitu saja, dan seperti biasa, lelaki itu akan pergi tiba-tiba juga, entah keluar lewat pintu atau jendela yang mana.

Continue reading

2 Comments

Filed under Cerpen, Karya

Baca Puisi Tingkatkan Empati dan Percaya Diri

This image has an empty alt attribute; its file name is whatsapp-image-2020-08-01-at-08.31.26.jpeg

“Puisi bukan sekadar kata dan imaji. Ia bisa menjelma keindahan yang menggurat karakter. Pesan cinta yang lahir dari nurani, untuk dunia,” kata sastrawan Helvy Tiana Rosa di Jakarta, 30 juli, saat mengumumkan pemenang Lomba Baca Puisi HTR 2020 tingkat nasional. Tak sampai di situ, menurutnya membaca puisi dapat meningkatkan empati, keberanian, sekaligus rasa percaya diri.

Sebanyak 1897 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti Lomba Baca Puisi HTR 2020 Tingkat Nasional yang digelar 7-25 Juli 2020, dalam rangka memperingati Hari Sastra Indonesia 3 Juli, dan Hari Puisi Indonesia 26 Juli. Puisi-puisi yang dibacakan merupakan karya Helvy Tiana Rosa.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Acara, Jurnal, Kabar, Lainlain, Puisi

LOMBA BACA PUISI HTR 2020 (Juli 2020)

WhatsApp Image 2020-07-06 at 08.09.39 (1)

Dikutip dari akun instagram @puisihelvy:

Salam Puisi.
Dalam rangka memperingati Hari Sastra Indonesia 3 Juli, dan Hari Puisi 26 Juli, @puisihelvy mengadakan Lomba Baca Puisi Helvy Tiana Rosa (HTR) Tingkat Nasional

berhadiah total uang tunai Rp. 15 Juta dan paket buku!

Continue reading

5 Comments

Filed under Acara, Agenda, Kabar, Lainlain, Puisi

10 PUISI PENDEK HELVY TIANA ROSA YANG ASYIK DIJADIKAN QUOTES

WhatsApp Image 2020-07-06 at 08.08.27

1987

Cinta adalah seberapa pandai

kau menghapus

airmata

(Kemayoran, 1987)

  Continue reading

1 Comment

Filed under Karya, Lainlain, Puisi

10 PUISI PILIHAN HELVY TIANA ROSA

ini kan

YANG PUISI

 (1)

Aku menulis puisi

sebab puisi paling fasih mengucap sepi,

paling kilau menerjemahkan perih

dan sempurna menggemakan cinta

Continue reading

2 Comments

Filed under Karya, Lainlain, Puisi

10 PUISI RELIGI HELVY TIANA ROSA

WhatsApp Image 2020-07-05 at 20.33.51

 

LELAKI PUISI

Siapakah yang lahir
dari jari jemari puisi
yang memetik waktu
di taman kenangan?

Kau hanya tersenyum menatapku
sambil membujuk huruf huruf itu
untuk terus i’tikaf
lalu bait-bait menjelma udara
melintasi hari-hari yang surga

(Jakarta, 2012)

Continue reading

1 Comment

Filed under Karya, Lainlain, Puisi

10 PUISI HELVY TIANA ROSA TENTANG KEMANUSIAAN (DUNIA ISLAM)

WhatsApp Image 2020-07-05 at 20.33.52

MATA YANG BERNYANYI

Bulan pasi
Kuseduh kepedihan dari dua cangkir kopi
Lalu matamu bernyanyi di mataku, Badi’,
“Dan kematian hanyalah jalan menuju keabadian.”

(Depok, 2015)

Continue reading

2 Comments

Filed under Karya, Lainlain, Puisi

10 PUISI HELVY TIANA ROSA TENTANG SOSIAL/ SEJARAH

WhatsApp Image 2020-07-05 at 20.33.52 (1)

KEUMALAHAYATI

Aku perempuan badai
tubuhku adalah senjata
laut merah biru
yang memburumu

Aku perempuan badai
tentara terbaik Mahad Baitul Maqdis,
komandan utama pasukan istana
suamiku mati, anak-anakku terbunuh,
tapi air mataku cuma sunyi

Maka seratus kapal lepas dari rahimku
berlayar membawa seribu janda
seribu gadis pemberani.
jiwa-jiwa merah sagaku bertarung
ditempat paling karib itu; samudra

Continue reading

1 Comment

Filed under Karya, Lainlain, Puisi