Tag Archives: sajak

Kepada Kiai Putri

Saya tulis kekaguman saya pada Ibunda Khoiriyah Hasyim secara mendadak, saat saya diminta tampil baca puisi di Malam Kebudayaan Pesantren di Yogyakarta, 10 Oktober 2018 lalu.

khoir

KEPADA KIAI PUTRI

(Helvy Tiana Rosa)

Apa yang harus kukisahkan tentangmu, Khoiriyah?
Jejakmu begitu dalam, menyala di tanah ini
dan aroma namamu adalah kesturi
tumbuhnya pesantren di berbagai penjuru negeri

Apa yang harus kukisahkan tentangmu, Khoiriyah?
Putri yang merekah mawar dari tangan Hadratus Syaikh
Ia ajari engkau segala dengan cinta
Aqidah, ilmu, ahlak adalah cahaya yang merona di pipimu
ketika suatu hari Kiai Maksum Ali datang meminang
di usiamu yang ke 13

Apa yang harus kukisahkan tentangmu, Khoiriyah?
Perempuan pendobrak kejumudan kami
yang tegar ditinggal suami selamanya, saat usiamu 27 tahun
Dan saat kau menikah lagi dengan Kiai Muhaimin
kau kembali ditinggal ke keabadian di usia 40 tahun
Tapi tak ada yang pernah menyurutkan langkahmu menebar maslahat
juga saat satu persatu dari sembilan buah hatimu
dipanggil ke haribaanNya

Ujian apa yang tak bisa kau lalui Khairiyah?
Pondok-pondok itu merindukan nyai sejatinya
Penjajah gentar pada ketegasanmu di sabilillah
Feminisme? Hanya wacana sekadar, tapi bagimu perempuan sejati
adalah yang paling teguh di jalanNya

Continue reading

Leave a comment

Filed under Karya, Lainlain, Puisi

Kisah Ibu dan Sajak yang Menangis

abi-iii

Adzan subuh menepuk-nepuk pipi kita, Anakku
dalam gigil hari, sajak-sajak menangis di pangkuan Ibu
Ada suara dan derap, mengetuk pintu-pintu nurani
hingga ke sudut sudut negeri

Berawal dari kitab suci yang dinista
kebersamaan dan kehormatan yang dilukai
jutaan manusia turun ke jalan
Apa yang menggerakkan mereka?
Siapa yang sanggup membayar mereka?
Siapa yang mampu halau mereka?
Ketika mereka dilarang pergi,
mereka tak berhenti
Saat kendaraan mereka dihadang,
mereka lanjutkan dengan berjalan
hingga tapak-tapak itu
mengelupas darah nanah

Continue reading

5 Comments

Filed under Acara, Jurnal, Lainlain, Puisi