10 PUISI PILIHAN HELVY TIANA ROSA

ini kan

YANG PUISI

 (1)

Aku menulis puisi

sebab puisi paling fasih mengucap sepi,

paling kilau menerjemahkan perih

dan sempurna menggemakan cinta

(2)

yang berlarian dalam benak
yang menggumpal dalam imaji
yang menghunjam jantung asa
yang didera deras nestapa
yang terselubung doadoa
jadilah!
Jadilah kalian puisi!

(Depok, 2014)

 

 

AKHIR YANG ROMANTIS

Kematian adalah rindu

yang tak pernah keliru mencumbu

kekasih yang paling tepat waktu

 (2011)

 

 

TANAH AIRKU PUISI

 Aku telah memilih puisi

sebagai tanah air

tempat segala peristiwa

berbaris sebagai diksi

tempat ragam masalah

gemakan rimarima

Aku telah memilih puisi

sebagai tanah air

tempat menanam rindu

serta luka paling raya

tempat mengabadikan keindahan

dan ketidakpastian

Aku telah memilih puisi

sebagai tanah air

tempat mata batin setia menyala

sampai ke relungmu

( Depok, 2 April 2013)

 

 

DENTING PUISI

Lelaki itu duduk

di bawah pohon

yang tak kenal nama nama

musim dan usia

Jutaan nada merayap,

mengendap endap

di antara buncahan rasa

yang menyergap tubuhnya

Sebentar lagi

rintik rindu singgah, tumbuh,

menggelepar atau mungkin

mati,

tapi gitarnya tak akan

selesai berdenting

di depan wajah puisi

yang berkibar begitu pasi

dan sendiri

(Jakarta, 18 Februari 2018)

 

 

  

GADIS KECIL DARI TEPI REL KERETA API

Aku gadis kecil

dari tepi rel kereta api

Orang bilang aku tak punya,

tapi aku kaya dengan membaca

Kutumbuhkan mimpi mimpi

dari dongeng dan doa ibu

Jelajahi jakarta berbekal

sebungkus kisah dan puisi

menulis itu berbagi

menulis itu berarti

dan membuat kita abadi

Buku buku pun tak lelah

menghapus airmataku,

membuka halamannya sendiri,

menjelma peta ke masa depan

menulis memahat peradaban

Aku gadis kecil

dari tepi rel kereta api

orang bilang aku tak akan bisa

sampai mereka baca namaku

di sana, dimana mana

( Jakarta, 1982 )

 

 

DONGENG PUISI

Kau bertanya padaku

tentang darimana puisi berasal

Tetiba kubuat dongeng baru

tentang katakata yang lahir

dari airmata yang tersesat,

hingga tak pernah menetes di pipi

Ia mengapung di batin penyair

yang terluka,

lalu  diamdiam menjelma hujan

nada di berandamu

(Lombok, 13 Juli 2015)

 

 

 

 BAIT SUNYI

Aku ingin berhenti menulis
tentangmu,
tapi puisi menantangku berkelahi
Ia memahatmu bersama rindu
paling perih,
di baitbait yang tak henti
meneteskan sunyi

(Depok, 2016)

 

 

 

MATA KETIGA CINTA

Apakah dua mataku

yang kau larung dalam malam?

lalu hari-hari pun terbenam

dalam secangkir kopi tanpa gula

daun-daun jatuh di luar jendela

dan sunyi menyanyikan lagi

lagu gergaji

dengan masih terpejam

hanya dengan mata ketiga cinta

kulihat sebuah wajah di jantungmu
Dia yang kau bilang tak bernama

(Cipayung, 2004)

 

 

KONSER KESUNYIAN

Hujan yang semalam
menyayat-nyayat mataku
meninggalkan genangan di hati
yang terus menerus gigil
sendiri

Senja keseribu masuk hingga kuduk

tapi bahkan tak ada satu ketuk pun
di jendela muram itu
Sebuah konser kesunyian
yang terlalu sempurna.

(November 1988)

 

 

SKETSA

meranggas darahku meranggas

dan bumi kering, langit pias

laut kita mati

:tandus berkarib sunyi

semesta gering mengantarku

kembali padamu

menyelusup pada sejuk alir darah,

denyut nadi,

pada curahan keringatmu

:tapi laut kita sudah mati

(Kemayoran, 1987)

 

 

 

 

 

 

2 Comments

Filed under Karya, Lainlain, Puisi

2 responses to “10 PUISI PILIHAN HELVY TIANA ROSA

  1. I like poetry so much…and i love helvy’s poem….
    Puisinya bikin hati meleleh…seakan kita adalah tokoh dalam puisi tsb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s