Tag Archives: Patungan Bikin Film

Pak Yunan: Bantu Proyek Peradaban Ini. Tunjukkan Kita Gagah!

21 Juni 2015.
Senang banget jumpa pasangan suami istri inspiratif ini, Pak Yunan Harahap dan Bu Sakinah. Mereka bilang sejak kuliah kerap membaca karya-karya saya termasuk KMGP. Selain mentraktir makan ikan bakar, beliau spontan ikut ‪’patungan bikin film‬’ dalam bentuk cek. Beliau bertekad menyisihkan 10% keuntungan dari tiap penjualan Pia Saronde, oleh-oleh khas Gorontalo yang sangat terkenal, yang mereka kelola. “Saya juga siap booking 1 bioskop penuh di Gorontalo untuk film ‪‎Ketika Mas Gagah Pergi‬,” tutur Pak Yunan.

11253229_936116553078464_7357609608556148775_n

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Perjalanan Mencari Mas Gagah

11402879_10152765088292693_3192375762003206470_o
Lebih dari 300 orang dari dalam dan luar negeri Indonesia mengikuti online casting melalui Youtube untuk menjadi calon pemeran-pemeran kunci film drama-religi ‘Ketika Mas Gagah Pergi’, sejak Februari 2015 lalu. Setelah online casting ditutup akhir Mei lalu, produser, sutradara dan tim penulis skenario sepakat memilih 12 Finalis Tahap 1.

Para kandidat ini berasal dari Jakarta, Bogor, Medan, Lampung, Palu, dan Surabaya, bahkan ada yang tengah kuliah di Jerman. Mereka dikumpulkan di gedung Communicasting, Pondok Indah, tanggal 13 Juni lalu, untuk menjalani screen test dan pemotretan. Mereka juga mendapat bekal keaktoran dasar dari sutradara teater Zak Sorga.

klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Acara, Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Ketika Tiga Mas Pergi

318030_507937522563038_1930558795_n

Banyak orang berkata mereka tergugah saat membaca buku Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP), termasuk engkau, Mas. Lebih dari sekadar menyukai dan tergugah dengan kisah KMGP, kau kemudian menjadi orang yang sangat mendukung munculnya film Ketika Mas Gagah Pergi.

“KMGP kisah yang sangat bagus, menginspirasi dan menyentuh. Kalau difilmkan KMGP ini akan menyentak kesadaran berislam para pemuda Indonesia!” katamu penuh semangat.

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Jurnal, Lainlain, Sketsa

JAE

REVISI_KMGPSupport2

Lelaki muda kurus itu berusia sekitar 22 tahun. Mungkin bagi kita ia bukan siapa siapa. Ia datang dari sebuah desa di Brebes. Suatu masa ia pernah membaca buku saya Ketika Mas Gagah Pergi. Entah mengapa ia merasa tokoh Mas Gagah itu mengikutinya terus. Pertama sebagai bayangan, lalu sebagai mimpi yang tak sudi berhenti, bahkan tiba-tiba muncul sebagai tunas dan tumbuh dalam dirinya. Ya, Mas Gagah tak pernah mau pergi dari benak, terus menancap sampai ke batinnya.

klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Cerpen, Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Seratus Juta yang Bikin Nangis

standban2resizeSaya selalu terharu akan ketulusan teman-teman yang ikut patungan untuk mewujudkan film “Ketika Mas Gagah Pergi.”  Ada yang patungan 10 ribu, 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu, 1 juta, dan seterusnya… Alhamdulillah, berapa rupiah pun terimakasih, itu sungguh berarti. Tapi kemarin malam ada “hamba Allah” yang memberi 100 juta, tanpa mau ditulis nama dan tidak mengharapkan kompensasi apapun! Ya Rabb, ini bikin saya nggak berhenti nangis sekaligus optimis!

klik selanjutnya

6 Comments

Filed under Jurnal, Kabar, Lainlain, Sketsa