Monthly Archives: June 2014

Hingga Batu Bicara

Hingga Batu Bicara

Biarkan aku!” seru gadis itu sekali lagi sambil menatapku tajam.

Aku memandangnya lama, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ini ketiga kalinya ia berada di tempat ini. Melakukan hal yang sangat tidak wajar. Ia bicara pada batu-batu! Ya, pada batu! Ia bisa tampak serius, lalu tiba-tiba tertawa atau menangis sendiri. Ia membelai batu-batu. Menggendongnya seperti menggendong bayi, memasukkan batu-batu tersebut ke dalam tas kainnya yang kusam.

klik selanjutnya

9 Comments

Filed under Cerpen, Karya

Juragan Haji

Naik Haji
Naik haji lagi?” Mata tua Mak Siti berbinar, sesaat menerawang. “Jadi sudah tiga kali ya, Bu Juragan?” klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Cerpen, Karya

Idis

IdisBegitu senja. Jalan setapak di batas Batu Licin yang sejak tadi kususuri semakin gelap. Pepohonan dan daun-daun melambai berharap mentari sudi mengintip sebentar saja lagi, mengiringi langkahku yang entah ke mana ini.
klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Cerpen, Karya

Anugerah Tokoh Sastra dari Balai Pustaka dan Majalah Horison

3 Juli 2013 bertempat di Badan Bahasa, Jakarta digelar acara Anugerah Sastra dari Balai Pustaka dan Majalah Horison, dalam rangka Hari Sastra Indonesia. Taufiq Ismail menyerahkan penghargaan pada 13 orang yaitu: Ajip Rosidi, Putu Wijaya, Gol A Gong (Tokoh Sastra), Emha Ainun Najib, KH Musthafa Bisri  Taufik Abdullah (Tokoh Budaya). Lalu juga pada Wardiman Djojonegoro, Arif Rahman, Imam Prasodjo (Tokoh Pendidikan), Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Ary Ginanjar (Tokoh Inspiratif), dan Helvy Tiana Rosa sebagai Tokoh Sastra.  Tampak hadir para tokoh nasional, termasuk para sastrawan, juga penyanyi Dewi Yull yang menyumbangkan suara merdunya.

Selamat Hari Sastra! Sesungguhnya hari sastra adalah setiap saat yang kita lewati…

 

Anugerah Tokoh Sastra

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment

Filed under Acara, Foto, Kabar, Lainlain

Mencari Senyuman

Image

(Drama Satu Babak )

Seorang LELAKI TUA dengan langkah tertatih-tatih memasuki sebuah kota.  Wajahnya kusut, matanya liar, dan pakaiannya kumal.  Beberapa orang yang berpapasan dengannya segera menyingkir.

Di suatu tempat, di bawah sebuah pohon setua dirinya, lelaki itu tersungkur. Perlahan ia mencoba bangkit  dan kembali memandangi orang yang lalu-lalang di kota itu.

LELAKI TUA    :

(MENGIBA, MENGULANG-ULANG PERKATAANNYA) Tolong…! Tolonglah aku! Tolong…! klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Acara, Drama, Karya, Lainlain

Tanah Perempuan

Image

Naskah drama Tanah Perempuan ditulis Helvy tahun 2005 dalam sembilan babak. Tahun 2007 naskah ini diterbitkan oleh Penerbit Lapena Banda Aceh. Tahun 2009 untuk kepentingan pementasan Tanah Perempuan, Helvy menuliskannya kembali dalam tiga babak. Naskah ini dipentaskan pertamakali oleh Bengkel Sastra UNJ pada 8 November di Gedung Kesenian Jakarta dan dibawa keliling hingga ke Banda Aceh dalam rangka Hari Pahlawan, Hari HAM Sedunia, Hari Ibu, dan Peringatan 5 Tahun Tsunami. Bertindak sebagai sutradara Ferdi Firdaus. klik selanjutnya

2 Comments

Filed under Drama, Jurnal, Karya

Helvy Baca Cerpen “Pertemuan di Taman Hening”

Helvy Tiana Rosa membacakan cerpennya “Pertemuan di Taman Hening”, dalam acara Perempuan Sastrawan Baca Karya di Salihara, Jakarta, 3-4 April 2009.

Leave a comment

June 17, 2014 · 1:42 pm

Jendela Rumah Helvy (Metro TV)

Bagi Helvy Tiana Rosa mungkin keterbatasan sebuah rumah justru mampu melahirkan karya-karya terbaik. Produksi Metro TV, tayang 21 April 2012

Leave a comment

June 17, 2014 · 2:34 am

Helvy Baca Mahanazi

Helvy Tiana Rosa membaca puisi “Mahanazi” yang baru ditulisnya hari itu dalam acara Forsimpta: Simpati untuk Palestina, 25 Juni 2011. Beberapa hari kemudian ia membacakan puisi yang sama dalam Pembukaan Konferensi Asia Pasific untuk Palestina di Jakarta, 29 Juni 2011.
Berikut teks lengkapnya yang juga dimuat di buku Mata Ketiga Cinta, 2012

klik selanjutnya

4 Comments

June 17, 2014 · 1:00 am

Jaring-Jaring Merah

helvy-horison

Apakah kehidupan itu? Cut Dini, temanku, selalu saja marah bila mendengar jawabanku: hidup adalah cabikan luka. Serpihan tanpa makna. Hari-hari yang meranggas lara.

klik selanjutnya

2 Comments

Filed under Cerpen, Karya