Tag Archives: Duka Sedalam Cinta

Di Jurang Puisi

jurang

DI JURANG PUISI

I

Menampung rindu dari hari ke haru,

Menanggung resah yang berlarian hingga jantung,

Jarum jarum hujan menikam mata kita

Katamu tak apa karena duka cuma

museum kebahagiaan

yang retak dan pecah di dada kita

II

kita pun saling meninggalkan

menanggalkan semua kenangan yang hinggap

dan meleleh di dahi musim

Sejak saat itu kutemukan diriku yang beku

terperangkap dalam kulkas

berisi puluhan kilogram puisi puisi

setengah jadi

III

tanpa peta aku kembali ke sini:

jalan raya yang terbuat dari parasmu

Katakata canggung, waktu gugu

Bagaimana kau menerjemahkan kekosongan?

IV

Ini malam tak ada jejak

yang membaca cinta.

rindu siapa nganga

di jurang puisi?

 

2 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Puisi, Sketsa

Talkshow & Nobar Ketika Mas Gagah Pergi di Bandung dan Medan!

Jangan lewatkan puncak acara Muslim Festival UIN Bandung, 22 November 2016!
Bedah Film dan Nobar KMGP bersama penulis buku juga produser Helvy Tiana Rosa dan Masaji Wijayanto (Pemeran Yudi).

Dapatkan tiket Nobar di CP 0896 9647 7406 atau ke stand kami di selasar masjid UIN Bandung!

15135740_10153823297572693_3088605540251840527_n

Jangan lewatkan pula:

Training Motivasi Nasional: “Menginspirasi Dunia Lewat tulisan,” sekalian nobar #KetikaMasGagahPergi! Keren kan?

Catat waktu dan tempatnya: 26 November 2016, di Universitas Muslim Nusantara, bersama penulis buku dan produser film: Helvy Tiana Rosa

Untuk info dan tiket bisa hubungi Arif
0813 7096 9652 atau Nurul 0852 7515 7849. Ditunggu kehadiran kawan-kawan!15135981_10153823342662693_6343311401191269850_n

Leave a comment

Filed under Acara, Jurnal, Kabar, Lainlain

Duka Sedalam Cinta, Film Lanjutan Ketika Mas Gagah Pergi?

17098612_10154097689997693_6925947050873529249_n

Film Duka Sedalam Cinta (DSC) telah rampung. ¬†Kisah yang menampilkan empat bintang muda berbakat yang pernah bertemu dalam film “Ketika Mas Gagah Pergi ” yaitu: Hamas Syahid, Aquino Umar, Masaji Wijayanto dan Izzah Ajrina ini mengambil syuting di beberapa tempat seperti daerah kumuh Muara Angke (Jakarta) serta wilayah indah Halmahera Selatan dan Ternate, di Maluku Utara. Film yang disutradarai Firman Syah dan ditulis skenarionya oleh Fredy Aryanto ini juga didukung bintang-bintang senior seperti Wulan Guritno, Epi Kusnandar, Mathias Muchus, dan Ali Syakieb. Ada pula penampilan spesial Ustadz Salim A. Fillah serta novelis terkemuka Indonesia: Asma Nadia.

Kapan tayang dan apa kaitan film ini dengan film Ketika Mas Gagah Pergi?

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Acara, Agenda, Foto, Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Video