Aku ingin menjadi istrimu, tulis gadis itu.
Kulipat kembali surat itu. Surat yang telah kusam karena telah terlalu sering kubaca. Bahkan aku masih hafal semua kalimat dalam kertas biru itu. Aku percaya pada apa yang kulakukan dan tak peduli bila terkesan aku yang melamarmu. Lagi pula apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami? Maka, Agam, sudikah?
Category Archives: Karya
Cut Vi
Pernyataan Tentang Puisi
Satu-satunya yang tak akan pernah
memisahkan kita
dari apapun
adalah puisi
bahkan saat kau pergi,
aku tetap bertahan
di larik yang kau cabik
Puisi adalah caraku
membingkaimu dalam sunyi
(Helvy Tiana Rosa, Depok 2012)
Ket foto: Dramatisasi Puisi oleh Helvy oleh Bengkel Sastra UNJ (Jakarta)
Musikalisasi Puisi Sketsa oleh Helvy & Ari K. Pin
Ini musikalisasi puisi dadakan, tanpa persiapan. Yang nyanyi suaranya sangat minimalis pula…:)
SKETSA
Meranggas darahku meranggas
dan bumi kering
langit pias
laut kita mati
Pertemuan di Taman Hening
Tamparan berkali-kali dari lelaki itu membuat tubuh Sih terhuyung-huyung. Perempuan itu jatuh terduduk di sudut kamar, setelah pelipisnya terbentur ujung lemari kayu yang lancip. Darah menetes dari sana, juga dari bibirnya yang seakan pecah.
Musikalisasi Puisi Helvy “Sajak Februari” Oleh Mira Julia
1
cinta adalah rasa
yang kuucap dalam setiap desah
dan cuaca
tak sampai-sampai getarnya padamu
Perjumpaan Malam itu dengan Kartini
Ibu
Fotomu telah berulangkali dicetak untuk dipajang di pigura zaman negeri ini
Sejak Snouck Hugronje, Abendanon dan Estelle dari negeri merah putih biru
berilusi tentang gelap yang jadi terang, kami digiring percaya
hingga ujung-ujung kebayamu
klik selanjutnya
Lelaki Kabut dan Boneka
Lelaki itu tiada mempunyai wajah yang tetap, tetapi sebenarnya ia ada. Ia selalu bersembunyi di balik rerimbunan kalimat yang dibuat di jalan-jalan sejarah. Ia mengamati langit, bumi, matahari, rembulan, kepekatan dan darah dari balik gumpalan kabut yang diciptanya sendiri.
“Siapakah… lelaki… itu? Di… di… mana… dia?”
Orang-orang bertanya-tanya. Mengeluarkan suara gagap dengan tubuh meremang gemetar. Wajah mereka pasi, serupa lilin-lilin di keheningan musim dingin. Ya, mereka merasakan keberadaannya, tetapi mereka tak yakin ia benar-benar ada. O, adakah lelaki yang bertahan hidup di balik kabut selama itu? Dan sang lelaki, hanya ia sendiri yang mengetahui bahwa ia sungguh ada.
Mendambakan Lupa
Angin yang merintih di jalan setapak itu
tak pernah istirah
mengirim bau tubuhmu yang laut
dalam riuh dalam hening
saat lampu-lampu dinyalakan
atau dimatikan
klik selanjutnya
Kepadamu
KEPADAMU
- ketika bahasa tak lagi percaya pada kata
- apakah yang masih bisa kita ucap?
- cinta
- ketika wajahmu tak lagi menampakkan
- kening, mata, hidung dan mulut
- apakah yang masih bisa kukecup?
- doa
(Helvy Tiana Rosa, Kemayoran, 1987)
Catatan Kecil Tentang Tiga Buku
Buku apakah yang sangat berpengaruh dalam kehidupan saya?
Saya rasa cukup banyak. Tapi kalau boleh hanya menyebutkan 3, saya akan sebut: Javid Nama (Muhammad Iqbal), Apa Tugas Sastrawan sebagai Khalifatullah (A. Hasjmy) dan Totto Chan (Tetsuko Kuroyanagi). Ketiganya saya baca saat saya duduk di bangku SMP.
Kenapa buku tersebut berpengaruh bagi saya? -klik selanjutnya




