Apakah dua mataku
yang kau larung dalam malam?
lalu hari-hari pun terbenam
dalam secangkir kopi tanpa gula
daun-daun jatuh di luar jendela
dan sunyi menyanyikan lagi
lagu gergaji
Apakah dua mataku
yang kau larung dalam malam?
lalu hari-hari pun terbenam
dalam secangkir kopi tanpa gula
daun-daun jatuh di luar jendela
dan sunyi menyanyikan lagi
lagu gergaji
Saya cantik nggak sih?
Dulu saya pasti akan bilang: saya tidak cantik, saya mungkin bukan perempuan yang akan dilirik pria manapun.
Bingung menulis Deskripsi Dosen yang disyaratkan untuk mendapatkan Sertifikasi Dosen? Di bawah ini adalah contoh deskripsi diri dosen yang saya buat. Memang gaya menulisnya agak berbeda dengan dosen-dosen lainnya, meski maksudnya sama. Yang jelas, tulisan ini membuat saya lulus dalam uji sertifikasi dosen, tahun 2012 lalu :).
Silakan dibaca, semoga bermanfaat.
“The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires (William Arthur Ward).
Saya selalu berkata pada banyak orang bahwa pekerjaan saya adalah sebagai penulis, sedangkan hobi saya menjadi dosen. Kebanyakan yang mendengar, entah mengapa tertawa, kadang hingga terbahak.Ya, bukan rahasia bahwa selama ini saya lebih banyak mendapat uang dari kegiatan saya sebagai penulis tinimbang menjadi dosen. Meski demikian bagi saya pekerjaan itu indah ketika menjadi hobi dan hobi itu mengasyikkan ketika menjadi pekerjaan.
Sejak tahun 2005 saya diminta oleh Tupperware Indonesia untuk menjadi Juri Lomba Mengarang Children Helping Children (CHC). Lomba ini diadakan setiap tahun dan terbuka bagi siswa siswi di seluruh Indonesia, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Hadiah yang diberikan pada para pemenang cukup menggiurkan, yaitu uang jutaan serta laptop.
:Suamiku
Kau, tahu, yang dulu selalu mengikuti kemana perempuan itu pergi? Namanya nestapa. Seperti gerimis menjelma jarum-jarum patah, masuk ke kaki dan hatinya. Tapi kau mungkin tahu, perempuan itu telah memutuskan untuk tersenyum sepanjang usia, hingga kelak kembali. Dan senyumnya menjadi abadi ketika untuk pertama kau memandangnya dari jendela hidupmu. Kau ambil tangannya dan kau letakkan di jantungmu. Ini aku. Apakah kau mau berlayar?
Enam tahun lalu, tepatnya 3 Juli 2008 saya dan Edi Sutarto bersama mengampu mata kuliah Apresiasi Drama di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Kuliah ini mensyaratkan pementasan profesional teater sebagai ujian akhirnya, yang kami berinama: Festival Teater Sastra Indonesia (FIESTA). Setiap tahun Fiesta diikuti tak kurang dari 10-14 kelompok teater.
klik selanjutnya
Ini musikalisasi puisi dadakan, tanpa persiapan. Yang nyanyi suaranya sangat minimalis pula…:)
SKETSA
Meranggas darahku meranggas
dan bumi kering
langit pias
laut kita mati
1
cinta adalah rasa
yang kuucap dalam setiap desah
dan cuaca
tak sampai-sampai getarnya padamu
Angin yang merintih di jalan setapak itu
tak pernah istirah
mengirim bau tubuhmu yang laut
dalam riuh dalam hening
saat lampu-lampu dinyalakan
atau dimatikan
klik selanjutnya