Category Archives: Karya

KMGP Karya Sastra Indonesia Pertama yang Difilmkan dengan Uang Patungan Para Pembacanya dari Seluruh Indonesia!

ADA UANG KITA DI FILM KETIKA MAS GAGAH PERGI!

11745431_10152839304177693_3190815975043642214_n

KMGP yang ditulis Helvy Tiana Rosa, akan menjadi karya sastra Indonesia pertama yang filmnya dibuat dari uang patungan para pembacanya di seluruh Indonesia! Para pembaca ini menginginkan ruh/spirit bukunya terjaga dalam film, karena itu mereka peduli.

klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Rencana Allah untuk Saya, Helvy & Mas Gagah

IMG_20150418_2_resized

(Oleh Yulyani, ibu pemeran “Mas Gagah” di film Ketika Mas Gagah Pergi)

Saya yakin ini bukan sebuah kebetulan, melainkan Allah Maha Perancang Segala. Perancang Terbaik kehidupan ini.

klik selanjutnya

12 Comments

Filed under Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Ini Dia: Pemeran Utama Film Ketika Mas Gagah Pergi!

hamas syahid
Setelah berbulan-bulan mencari pemeran yang cocok untuk empat tokoh utama film “Ketika Mas Gagah Pergi” (KMGP), akhirnya saya dan tim film KMGP mengumumkankan para pemeran utama tersebut di acara salah satu sponsor film ini: Wardah yang merayakan ultah ke 20 di Senayan City, 27 Juni lalu.
Hamas Syahid Izzudin, pemuda kelahiran Bengkulu yang menetap di Surabaya, terpilih sebagai Gagah Perwira Pratama (Mas Gagah). Penghafal Al Qur’an yang juga pengusaha muda ini biasa dipanggil Hamas lahir 11 Maret 1992.

klik selanjutnya

23 Comments

Filed under Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Berkah Ramadan Mas Gagah

Kok bisa? Kok ada orang yang mau membantu saya sedemikian? Wira wiri ke sana kemari repot sendiri, mempertemukan saya dengan berbagai pihak yang mungkin bisa menjadi investor dan sponsor film Ketika Mas Gagah Pergi? Keluar ongkos sendiri dari mulai taksi hingga pesawat terbang. Waktu, tenaga, uang ia korbankan, padahal kami belum lama kenal. Mengapa?

10359170_970817046326211_7943634910505295073_n

“Itu karena KMGP cerita yang sangat menginspirasi dan menggugah saya,”kata Livi haru. “Saya membacanya saat kuliah dulu. Sudah lama sekali tapi selalu ingat ceritanya.”
klik selanjutnya

4 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Sketsa

Pak Yunan: Bantu Proyek Peradaban Ini. Tunjukkan Kita Gagah!

21 Juni 2015.
Senang banget jumpa pasangan suami istri inspiratif ini, Pak Yunan Harahap dan Bu Sakinah. Mereka bilang sejak kuliah kerap membaca karya-karya saya termasuk KMGP. Selain mentraktir makan ikan bakar, beliau spontan ikut ‪’patungan bikin film‬’ dalam bentuk cek. Beliau bertekad menyisihkan 10% keuntungan dari tiap penjualan Pia Saronde, oleh-oleh khas Gorontalo yang sangat terkenal, yang mereka kelola. “Saya juga siap booking 1 bioskop penuh di Gorontalo untuk film ‪‎Ketika Mas Gagah Pergi‬,” tutur Pak Yunan.

11253229_936116553078464_7357609608556148775_n

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Perjalanan Mencari Mas Gagah

11402879_10152765088292693_3192375762003206470_o
Lebih dari 300 orang dari dalam dan luar negeri Indonesia mengikuti online casting melalui Youtube untuk menjadi calon pemeran-pemeran kunci film drama-religi ‘Ketika Mas Gagah Pergi’, sejak Februari 2015 lalu. Setelah online casting ditutup akhir Mei lalu, produser, sutradara dan tim penulis skenario sepakat memilih 12 Finalis Tahap 1.

Para kandidat ini berasal dari Jakarta, Bogor, Medan, Lampung, Palu, dan Surabaya, bahkan ada yang tengah kuliah di Jerman. Mereka dikumpulkan di gedung Communicasting, Pondok Indah, tanggal 13 Juni lalu, untuk menjalani screen test dan pemotretan. Mereka juga mendapat bekal keaktoran dasar dari sutradara teater Zak Sorga.

klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Acara, Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Gotong Royong Memenangkan Gagasan dengan “Patungan Bikin Film”

PrintKetika Mas Gagah Pergi sangat menginspirasi saya sebagai remaja saat itu dan membuat saya jadi pribadi yang lebih peduli pada sekitar serta lebih mencintai Islam. Kisah ini abadi dan mampu mengubah banyak pembacanya menjadi lebih baik. ” (Asma Nadia)

Pernyataan penulis bestseller Asma Nadia tak jauh berbeda dari Habiburahman el Shirazy. Bahkan penulis yang populer dipanggil Kang Abik ini mengusulkan agar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan memasukkan buku ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ ke perpustakaan sekolah-sekolah dan universitas untuk membangun karakter pemuda Indonesia.

klik selanjutnya

5 Comments

Filed under Acara, Agenda, Kabar, Karya, Lainlain

JAE

REVISI_KMGPSupport2

Lelaki muda kurus itu berusia sekitar 22 tahun. Mungkin bagi kita ia bukan siapa siapa. Ia datang dari sebuah desa di Brebes. Suatu masa ia pernah membaca buku saya Ketika Mas Gagah Pergi. Entah mengapa ia merasa tokoh Mas Gagah itu mengikutinya terus. Pertama sebagai bayangan, lalu sebagai mimpi yang tak sudi berhenti, bahkan tiba-tiba muncul sebagai tunas dan tumbuh dalam dirinya. Ya, Mas Gagah tak pernah mau pergi dari benak, terus menancap sampai ke batinnya.

klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Cerpen, Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain, Sketsa

Seorang Abang Abadi Bernama Mas Gagah

10947212_954146751263091_3015251713133035081_n

1992

“Gila! Saya belum pernah baca karya remaja seperti ini! Bukan saja membuat saya menangis, tapi Anda telah menggugah saya dengan nilai-nilai keislaman di dalamnya! Ini cerita yang luar biasa! Ditulis oleh anak muda pula!” wajah Pak Ismail Marahimin, Dosen Penulisan Populer itu, berseri.

Saya bengong.

Sejak tadi saya sudah berdebar-debar kenapa dosen yang selalu tampak serius dan dijuluki kawan-kawan “killer” itu memanggil saya ke ruangannya.  “Saya ingin bicara dengan Anda!” katanya. Padahal biasanya semua tulisan mahasiswa ia “bantai” di kelas dan dibagikan setelah diberi nilai berupa titik. Satu titik, dua titik, atau yang bagus serupa nilai A: tiga titik.

“Mas Gagah. Darimana ide cerita ini?” Dosen Jurusan Sastra Inggris itu memandang saya sambil menurunkan sedikit kacamata yang dipakainya. Di tangannya naskah sepanjang 12 halaman yang saya ketik dan saya kumpulkan pekan lalu untuk memenuhi tugas kuliah mingguan dari beliau.

klik selanjutnya

17 Comments

Filed under Cerpen, Jurnal, Karya, Lainlain, Sketsa

Ada Uang 50 Ribu-ku di Film Ketika Mas Gagah Pergi

11029645_10152564368242693_1050679116115860978_o

“Bunda, Bunda Helvy!”

Saya menoleh.

Seorang remaja malu-malu setengah berlari, mendekati saya di antara kerumunan orang, siang itu di salah satu tempat di pelosok Jawa Barat. Saya baru saja selesai mengisi ceramah tentang pemuda dan kegiatan menulis di sana. Panitia tengah berusaha “mengamankan” saya untuk istirahat makan dan sholat.

“Boleh saya titip ini?” tanyanya masih malu-malu, sambil mengejar langkah saya.

klik selanjutnya

14 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Sketsa