Contoh Deskripsi Diri (Saya) untuk Sertifikasi Dosen


Bingung menulis Deskripsi Dosen yang disyaratkan untuk mendapatkan Sertifikasi Dosen? Di bawah ini adalah contoh deskripsi diri dosen yang saya buat. Memang gaya menulisnya agak berbeda dengan dosen-dosen lainnya, meski maksudnya sama. Yang jelas, tulisan ini membuat saya lulus dalam uji sertifikasi dosen, tahun 2012 lalu :).

Silakan dibaca, semoga bermanfaat.


“The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires (William Arthur Ward).

Saya selalu berkata pada banyak orang bahwa pekerjaan saya adalah sebagai penulis, sedangkan hobi saya menjadi dosen. Kebanyakan yang mendengar, entah mengapa tertawa, kadang hingga terbahak.Ya, bukan rahasia bahwa selama ini saya lebih banyak mendapat uang dari kegiatan saya sebagai penulis tinimbang menjadi dosen. Meski demikian bagi saya pekerjaan itu indah ketika menjadi hobi dan hobi itu mengasyikkan ketika menjadi pekerjaan.

klik selanjutnya

14 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Sketsa

Helvy Di Singapore Writers Festival 2014

SWF 2014 Invitation -Helvy Tiana Rosa-001

Hari ini, 9 Juli 2014, Helvy mendapat undangan untuk mengikuti Singapore Writers Festival (SWF) 2014 yang akan diselenggarakan 31 Oktober-9 November nanti. Ini adalah undangan kedua buat Helvy setelah undangan yang sama tahun 2003, dimana pada tahun tersebut ia juga diminta menjadi salah satu Juri untuk Singapore Golden Point Awards.

Kabarnya sekitar 200 penulis dari berbagai negara akan hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Singapore National Arts Council ini, termasuk Naomi Wolf, Raymond E. Feist, dan Karen Joy Fowler dari Amerika Serikat.
(admin)

Keterangan Foto: Helvy bersama beberapa penulis dari Malaysia, Singapura, Amerika dan Australia di Singapore Writers Festival 2003, 11 tahun yang lalu.SWF, 2003

 

Leave a comment

Filed under Acara, Agenda, Kabar, Lainlain

Selamanya Cinta (Cerpen Remaja)

mami dan kami

Aku melangkah gontai melewati gerbang sekolah. Sejak pelajaran pertama hingga bel pelajaran terakhir berbunyi, pikiranku telah mengembara kemana-mana, hingga akhirnya tiba di satu titik: Ibu.

“Ibu sudah tua, Din. Sebentar lagi umurnya 76 tahun. Ibu sudah mulai pikun, sa­kit-sakitan. Aku ingin yang terbaik buat Ibu, Din!” Suara Kak Dita terngiang terus di kuping­ku.

“Yang terbaik? Untuk Ibu? Dengan membuangnya di panti jompo? Itukah yang terbaik?” jawabku waktu itu.

klik selanjutnya

10 Comments

Filed under Cerpen, Karya

Sosok Ibu dalam Intifadhah Karya Jehad Rajbi

Ibu Palestina

Tetapi anakmu niscaya akan membaca sejarah dengan mata ibunya, maka ia pasti akan menangis dan melemparkan batu-batu, apa pun resikonya…. (Kumpulan Cerpen Intifadhah, Jehad Rajbi, 1995: 102).

Jehad Rajbi adalah perempuan penulis yang lahir dan dibesarkan ditengah konflik peperangan berkepanjangan antara negerinya, Palestina, dengan Israel. Karya perdananya dibukukan pada tahun 1993 oleh Penerbit Filistin Muslimah. Namun di luar selusin cerpen dalam buku tersebut, Jehad yang berusia 20 tahun saat bukunya terbit, banyak menulis di beberapa media yang ada di Palestina. Kini selain Sahar Khalifah dan Liyanah Badr, Rajbi menjadi salah satu perempuan penulis yang diperhitungkan di Palestina (Yamani, ed. 2000).

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Jurnal, Karya

Tupperware Children Helping Children; Anak Indonesia Menolong Sesama

Children Helping Children

Sejak tahun 2005 saya diminta oleh Tupperware Indonesia untuk menjadi Juri Lomba Mengarang Children Helping Children (CHC). Lomba ini diadakan setiap tahun dan terbuka bagi siswa siswi di seluruh Indonesia, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Hadiah yang diberikan pada para pemenang cukup menggiurkan, yaitu uang jutaan serta laptop.

klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Acara, Jurnal, Lainlain

Lelaki Semesta

Lelaki Semesta

Aku menyebutnya lelaki semesta. Ialah kesejukan itu. Di matanya aku melihat telaga tempat segala berada, juga kebenaran. Kedua tangannya selalu terbuka untuk menyambut dan menghibur mereka yang datang membawa duka. Bibirnya selalu tersenyum dan kau akan mendengar nada-nada indah setiap kali ia menyebut kuasa Illahi. Parasnya biasa namun kewibawaan terpancar dari keluasan hati dan pandangannya. Sejak dulu jubah putihnya senantiasa berkibar ditiup sepoi angin saat ia berjalan mengelilingi desa. Ia memelihara janggutnya yang sekepalan tangan itu dengan rapi. Setiap bersama-sama menghadap Allah di surau, aku mendengar suaranya bergetar memimpin jamaah. Saat usai shalat tak pernah mata dan janggutnya tak basah.

klik selanjutnya

15 Comments

Filed under Cerpen, Karya

Darahitam

cinta

Ini adalah sebuah cerpen yang saya tulis saat terjadi Tragedi Sampit 2001. Sudah lama, ya? Namun tetap relevan hingga sekarang. Semoga cerpen ini bisa membawa hikmah bagi kita bahwa kebersamaan dalam keberanekaan adalah kekayaan dan berkah bagi bangsa ini. Salam cinta.

klik selanjutnya

Leave a comment

Filed under Cerpen, Karya

Januari Cinta

Januari Cinta

:Suamiku

Kau, tahu, yang dulu selalu mengikuti kemana perempuan itu pergi? Namanya nestapa. Seperti gerimis menjelma jarum-jarum patah, masuk ke kaki dan hatinya. Tapi kau mungkin tahu, perempuan itu telah memutuskan untuk tersenyum sepanjang usia, hingga kelak kembali. Dan senyumnya menjadi abadi ketika untuk pertama kau memandangnya dari jendela hidupmu. Kau ambil tangannya dan kau letakkan di jantungmu. Ini aku. Apakah kau mau berlayar?

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Karya, Lainlain, Puisi, Sketsa

Juara I Musikalisasi Puisi Helvy 2014 “Kangen” (Swaranabya)

Inilah Swaranabya, Juara I Lomba Musikalisasi Puisi Helvy Tiana Rosa 2014
yang diselenggarakan baru-baru ini. Simak ya. Asik banget 🙂

2 Comments

June 22, 2014 · 12:38 pm

Musikalisasi Puisi Helvy “Fisabilillah” (Adew Habtsa & Rekan)


Puisi “Fisabilillah” karya Helvy Tiana Rosa menjadi Juara ke III Lomba Cipta Puisi Islam Tingkat Nasional yang diadakan Yayasan Iqra, 1992 dengan Juri: HB Jassin, Sutardji Calzoum Bachri, Hamid Jabbar dan Jose Rizal Manua. Puisi ini terdapat dalam buku Mata Ketiga Cinta (ANPH, 2012).
Adew Habtsa dan Rekan yang membawakannya merupakan Juara II Lomba Musikalisasi Puisi Helvy 2014.

klik selanjutnya

Leave a comment

June 22, 2014 · 11:00 am