Category Archives: Karya

Begitu Indah Cara Allah Mencintaimu

IMG_0078

 

 

 

 

 


(Untuk Mas Pepeng)

Sungguh indah cara Allah mencintaimu
Ia menghadirkanmu ke dunia
lewat rahim seorang ibu yang bersahaja,
dan kekal dengan tawakkal
Ibu yang menjadikan anak sebagai sahabat,
guru dan matahari
ibu yang sanggup hadirkan
sosok dan petuah ayah yang tiada lewat cerita

klik selanjutnya

17 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Puisi, Sketsa

8 CARA MUDAH DUKUNG FILM KMGP!

Screen Shot 2014-09-12 at 8.42.37 AM  10676359_10204817103009755_22688460455191196_n
Bisakah sebuah film yang diangkat dari buku, muncul dengan mempertahankan idealisme penulis dan masyarakat pembacanya? Bisakah film itu mempertahankan spirit/ ruh bukunya tanpa mementingkan keuntungan semata? Bisakah penulis dan masyarakat mengambil peran memenangkan gagasan asli dalam buku sekaligus menjadikan film tersebut laris? Jawabannya tentu BISA!
klik selanjutnya

4 Comments

Filed under Acara, Agenda, Jurnal, Kabar, Karya, Lainlain

Ketika Mas Gagah Pergi

KMGP1Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP)  adalah sebuah cerita remaja yang pertamakali saya tulis dalam bentuk cerpen sebagai tugas mata kuliah Sastra Populer 1992 di Fakultas Sastra UI. Mengapa saya menulis kisah ini?

klik selanjutnya

87 Comments

Filed under Cerpen, Karya

Gaza, Palestina; Inilah Indonesia Bersamamu!

PalestinaInilah negeri kami Indonesia,

negeri dengan penduduk lebih dari seperempat milyar

Dan kami bersama Palestina

klik selanjutnya

13 Comments

Filed under Acara, Karya, Lainlain, Puisi, Sketsa

Pakai Jilbab? Berani Dong!

jilbabku

Seperti film yang diputar dalam gerakan-gerakan lambat, begitulah saya melihat diri ini 26 tahun lalu.

2 April 1988, saya duduk di kelas II SMA, hampir naik kelas III.

klik selanjutnya

7 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Sketsa

Puisi untuk Seorang Ibu yang Mendobrak Pulazi

PUISI UNTUK SEORANG IBU YANG MENDOBRAK PULAZI

(Helvy Tiana Rosa)

Untuk Yoyoh Yusroh

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Karya, Puisi, Video

Buat Kamu yang Tak Merasa Cantik

Kamu cantik!

Saya cantik nggak sih?
Dulu saya pasti akan bilang: saya tidak cantik, saya mungkin bukan perempuan yang akan dilirik pria manapun.

klik selanjutnya

26 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Sketsa

Contoh Deskripsi Diri (Saya) untuk Sertifikasi Dosen

sertifikasi copy
Bingung menulis Deskripsi Dosen yang disyaratkan untuk mendapatkan Sertifikasi Dosen? Di bawah ini adalah contoh deskripsi diri dosen yang saya buat. Memang gaya menulisnya agak berbeda dengan dosen-dosen lainnya, meski maksudnya sama. Yang jelas, tulisan ini membuat saya lulus dalam uji sertifikasi dosen, tahun 2012 lalu :).

Silakan dibaca, semoga bermanfaat.


The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires (William Arthur Ward).

Saya selalu berkata pada banyak orang bahwa pekerjaan saya adalah sebagai penulis, sedangkan hobi saya menjadi dosen. Kebanyakan yang mendengar, entah mengapa tertawa, kadang hingga terbahak.Ya, bukan rahasia bahwa selama ini saya lebih banyak mendapat uang dari kegiatan saya sebagai penulis tinimbang menjadi dosen. Meski demikian bagi saya pekerjaan itu indah ketika menjadi hobi dan hobi itu mengasyikkan ketika menjadi pekerjaan.

klik selanjutnya

14 Comments

Filed under Jurnal, Karya, Lainlain, Sketsa

Selamanya Cinta (Cerpen Remaja)

mami dan kami

Aku melangkah gontai melewati gerbang sekolah. Sejak pelajaran pertama hingga bel pelajaran terakhir berbunyi, pikiranku telah mengembara kemana-mana, hingga akhirnya tiba di satu titik: Ibu.

“Ibu sudah tua, Din. Sebentar lagi umurnya 76 tahun. Ibu sudah mulai pikun, sa­kit-sakitan. Aku ingin yang terbaik buat Ibu, Din!” Suara Kak Dita terngiang terus di kuping­ku.

“Yang terbaik? Untuk Ibu? Dengan membuangnya di panti jompo? Itukah yang terbaik?” jawabku waktu itu.

klik selanjutnya

9 Comments

Filed under Cerpen, Karya

Sosok Ibu dalam Intifadhah Karya Jehad Rajbi

Ibu Palestina

Tetapi anakmu niscaya akan membaca sejarah dengan mata ibunya, maka ia pasti akan menangis dan melemparkan batu-batu, apa pun resikonya…. (Kumpulan Cerpen Intifadhah, Jehad Rajbi, 1995: 102).

Jehad Rajbi adalah perempuan penulis yang lahir dan dibesarkan ditengah konflik peperangan berkepanjangan antara negerinya, Palestina, dengan Israel. Karya perdananya dibukukan pada tahun 1993 oleh Penerbit Filistin Muslimah. Namun di luar selusin cerpen dalam buku tersebut, Jehad yang berusia 20 tahun saat bukunya terbit, banyak menulis di beberapa media yang ada di Palestina. Kini selain Sahar Khalifah dan Liyanah Badr, Rajbi menjadi salah satu perempuan penulis yang diperhitungkan di Palestina (Yamani, ed. 2000).

klik selanjutnya

1 Comment

Filed under Jurnal, Karya